Kata kerja pertama untuk berpikir dalam bahasa Mandarin adalah 想 . Huruf ini menggabungkan 相, yang memberi bunyinya (dan juga berarti “mengamati dengan saksama”), dengan hati, 心. Namun 想 tidak hanya berpikir: ia juga menginginkan. 我想去中国 berarti “saya ingin pergi ke Tiongkok”, bukan “saya berpikir untuk pergi ke Tiongkok”. Kata ini bahkan dipakai untuk menyatakan rindu: 我想你, “aku rindu kamu”. Berpikir, menginginkan, merindukan yang tidak ada: satu kata kerja, sedangkan bahasa Indonesia memerlukan tiga. Karena itu pula halaman ini menyatukan pikiran dan kehendak (hati, yang bagi orang Tiongkok kuno adalah tempat berpikir, sudah menjadi pusat halaman Watak dan emosi).
Untuk menyampaikan pendapat, ada beberapa pilihan. 觉得 , “merasa”, paling umum dan paling ringan: 我觉得很好, “menurut saya bagus”. 认为 lebih dipikirkan, lebih bernuansa tulisan. Hati-hati dengan yang ketiga, 以为 : biasanya artinya “mengira (padahal keliru)”. 我以为你是中国人 berarti “kukira kamu orang Tionghoa”… dan ternyata Anda bukan. Jadi pelajar yang menulis 我以为汉语很有意思 untuk mengatakan bahwa menurutnya bahasa Mandarin menarik, sebenarnya memberi kesan bahwa ia sudah berubah pikiran (dan itu barangkali bukan pesan yang ingin ia sampaikan kepada gurunya).
Kehalusan yang sama berlaku untuk “tahu” dan “mengerti”. 知道 adalah mengetahui suatu fakta: jam, nama, alamat. 懂 dan 明白 , harfiah “terang dan putih” ⟶ jelas, adalah memahami apa yang dikatakan kepada kita. 理解 melangkah lebih jauh: memahami alasan seseorang, 我理解你, “aku mengerti perasaanmu”. Di kelas, saya sering mendengar 我不知道 dari mulut pelajar yang tidak memahami pertanyaan. Padahal yang ingin ia katakan adalah 我没听懂, “saya tidak mengerti (apa yang saya dengar)”. Perbedaannya tidak kentara bagi penutur bahasa Indonesia, tetapi orang Tionghoa langsung mendengarnya.
Ingatan melewati 记 , yang memuat radikal ucapan, 言: artinya semula mencatat, menuliskan. Kita menemukannya dalam 日记, catatan setiap hari, dan dalam 记者, “orang yang mencatat” ⟶ wartawan. 记得 berarti ingat; 记住 , dengan 住 “menahan, memancangkan”, berarti membuat sesuatu tetap tinggal ⟶ menghafal. Lalu lupa, 忘 , terbaca dalam hurufnya sendiri: 亡 “lenyap” di atas hati 心 ⟶ apa yang sudah lenyap dari hati. Sekolah Tiongkok lama mengandalkan 死记硬背 , “mengingat mati-matian dan melafalkan dengan paksa” ⟶ menghafal tanpa mengerti. Konfusius sudah mewaspadainya: 学而不思则罔,思而不学则殆, “Mendengar atau membaca tanpa merenung adalah kesibukan yang sia-sia; merenung tanpa buku dan guru itu berbahaya” (Wacana II, 15, di halaman kami Bab 2 dari Perbincangan Konfusius). Saya tidak bisa mengatakannya lebih baik. Menghafal huruf memang harus, tidak bisa dihindari, tetapi saya yakin huruf yang dipahami sepuluh kali lebih mudah diingat daripada huruf yang sekadar dihafal.
Kecerdasan, sebaliknya, berawal dari indra. 聪明 menggabungkan 聪, yang memuat telinga 耳 dan semula berarti “tajam pendengarannya”, dengan 明, “terang, bercahaya”, yaitu penglihatan yang jernih. Cerdas pada mulanya berarti mendengar dan melihat dengan baik (indra sendiri punya halamannya, Kelima indra, tempat Anda juga akan menemukan 注意, 观察, dan 发现). Bersama kedokteran modern, pikiran lalu berpindah dari hati ke otak, 脑 . Dari situ lahir 动脑筋 , “menggerakkan saraf otak” ⟶ memeras otak, dan 电脑 , komputer, harfiah “otak listrik”. Dan kini, 人工智能, kecerdasan buatan. Namun hati tidak hilang begitu saja: orang yang menyimak dengan baik tetap disebut 专心, “hati yang terpusat”.
Kehendak punya dua huruf kunci, keduanya bertumpu pada hati. 志 semula ditulis dengan 之 “pergi” (士 yang sekarang adalah bentuk yang sudah berubah) ⟶ ke mana hati pergi, cita-cita. 意 adalah 音 “bunyi” di atas 心 ⟶ “bunyi hati”, niat. Dari situ lahir 意志, kehendak, dan peribahasa 有志者事竟成 , “siapa berkemauan akhirnya berhasil”: konon itulah yang dikatakan Kaisar 刘秀 , pendiri Dinasti Han Timur, kepada jenderalnya 耿弇 , yang berhasil memenangi taruhan militer yang dianggap mustahil oleh semua orang. Itulah “di mana ada kemauan, di situ ada jalan” kita.
Tinggal memutuskan, dan itu bukan bagian yang paling mudah. Tentang 犹豫 , “ragu-ragu”, lama beredar kisah dua binatang yang penuh curiga: 犹, sejenis kera yang memanjat pohon begitu mendengar bunyi sekecil apa pun, lalu turun, lalu naik lagi, dan 豫, binatang besar (gajah, 象, ada di dalam hurufnya) yang hanya mau maju sambil meraba-raba tanah. Para ahli bahasa lebih melihatnya sebagai kata dua suku kata yang hurufnya hanya mencatat bunyi, dan saya kira mereka benar. Tetapi gambarannya terlalu indah untuk tidak diceritakan. Bahasa Mandarin masa kini juga berkata 纠结 , “kusut, tersimpul” ⟶ bimbang di antara dua pilihan. Adapun 三思而后行, “berpikir tiga kali sebelum bertindak”, juga berasal dari Wacana (V, 19). Padahal di sana Konfusius mengatakan kebalikannya: ketika diberi tahu bahwa seorang menteri berpikir tiga kali sebelum bertindak, ia menjawab, “Cukup berpikir dua kali” (lihat halaman kami Bab 5 Analek Konfusius). Peribahasa itu menyimpan angkanya dan melupakan pelajarannya.
Perhatian, akhirnya, adalah urusan pikiran yang tinggal atau pergi. 走神 adalah “pikiran yang pergi berjalan-jalan” ⟶ kehilangan fokus. 发呆 , diam terpaku, bengong. 心不在焉 , “hati tidak ada di sini” ⟶ linglung (焉 di sini adalah kata bahasa Tionghoa klasik, “di sana, di sini”). Dan ketika seseorang minta maaf karena merepotkan Anda, ia berkata 不好意思 , kebalikan dari 好意思, “tega, berani” ⟶ tidak berani, merasa tak enak ⟶ saya sungkan, maaf. Ungkapan ini ada di mana-mana, di jalan maupun di kantor. Begitu Anda mengenalinya, Anda akan mendengarnya sepuluh kali sehari.
Klik huruf mana saja di halaman ini: urutan penulisannya akan muncul goresan demi goresan, dengan panah yang menunjukkan arah tarikan.
Cara memakai halaman ini: setiap kata membawa tingkatnya. ① yang pokok, ② yang umum, ③ yang rinci. Mulailah dari ①: dengan itu saja Anda sudah bisa mengatakan apa yang Anda pikirkan, apa yang Anda inginkan, dan apa yang Anda lupakan. Tombol ▶ memberikan pelafalannya, dan klik pada sebuah huruf membuka urutan goresannya.
Berpikir dan merenung
berpikir, merenungkan; ingin
merasa, punya kesan (bahwa)
berpendapat, menganggap (bahwa)
gagasan, cara pandang
mempertimbangkan
percaya, memercayai
mengira (keliru)
meragukan, mencurigai
berpikir (secara mendalam)
memeras otak
membayangkan; imajinasi
menilai, memutuskan; penilaian
menganalisis
pemikiran (gagasan, ajaran)
cara berpikir, penalaran
logika
ilham, inspirasi
gagasan yang terlintas
merenungi diri, introspeksi
Tahu dan mengerti
tahu
mengerti, paham
mengerti; jelas
mengenal, mencari tahu tentang
memahami (alasan seseorang)
pengetahuan
akal sehat, pengetahuan dasar
alasan yang masuk akal, yang benar
salah paham; kesalahpahaman
bingung, kacau pikirannya
menyadari
menangkap, memahami secara mendalam
Ingatan
ingat
lupa
mengingat baik-baik, menghafal
teringat, mengingat kembali (sesuatu)
kenangan; mengenang
ingatan, memori
daya ingat (baik atau buruk)
kesan, yang tertinggal di ingatan
tak bisa lupa
pelupa
kemampuan mengingat
hilang ingatan; amnesia
Kecerdasan
pintar, cerdas
lamban berpikir, bodoh
dungu, konyol
akal, pertimbangan
otak, kepala (cakapan)
kebijaksanaan, kecerdasan
kemampuan, kecakapan
jenius
cerdik, cekatan
cepat tanggap (bereaksi cepat)
keahlian, kebolehan
IQ
bakat, kemampuan bawaan
pandir (ragam tulis)
bakat (cemerlang)
juara kelas, murid paling pintar (cakapan)
Ingin dan mendambakan
mau, ingin
berharap; harapan
bersedia, rela
berusaha keras
tekun, bertahan
impian (apa yang ingin dilakukan dalam hidup)
cita-cita; ideal
keinginan, permohonan
tujuan, sasaran
menyerah, melepaskan
tak tahan untuk tidak
kehendak
ketekunan, keteguhan hati
mendambakan, sangat menginginkan
hasrat (sering: nafsu)
dengan terpaksa; memaksa (seseorang)
atas kesadaran sendiri, tanpa disuruh
Memutuskan dan memilih
memutuskan; keputusan
memilih; pilihan
berniat, bermaksud (melakukan)
gagasan, langkah yang akan diambil
setuju
bimbang, ragu-ragu
rencana; merencanakan
cara, jalan keluar
membulatkan tekad
mengambil keputusan, menentukan sikap
tegas, cepat memutuskan
menimbang untung ruginya
galau, tak bisa memutuskan (cakapan)
impulsif; dorongan hati
Perhatian
fokus, penuh perhatian
teliti; dengan saksama
perhatian, konsentrasi
memusatkan (perhatian)
terpecah perhatiannya
pikiran melayang, hilang fokus
bengong, melamun
memperhatikan, waspada terhadap
peduli, mementingkan
mengabaikan, tidak memperhitungkan
menaruh perhatian pada (juga: mengikuti akun)
intuisi, firasat
merasakan; perasaan yang dialami
Pikiran dan kehendak dalam ungkapan dan peribahasa
tiga hati, dua niat: tidak sepenuh hati
satu hati, satu niat: sepenuh hati
sangat terpusat perhatiannya
linglung, pikirannya di tempat lain
tiba-tiba mengerti
tahu setengah-setengah
menghafal tanpa mengerti
bimbang tanpa akhir
menimbang-nimbang bolak-balik
berpikir tiga kali sebelum bertindak
siapa berkemauan akhirnya berhasil
kepintaran yang berlebihan malah mencelakakan
Pikiran dan kehendak dalam kata sehari-hari
komputer (“otak listrik”)
arti (什么意思?)
maaf; merasa sungkan
buku harian (记, mencatat)
wartawan (“orang yang mencatat”)
pendapat; keberatan (有意见)
hal tak terduga, kecelakaan (“di luar niat”)
sengaja
belajar (念, membaca keras-keras)
kecerdasan buatan
Contoh kalimat
Menurut saya ini ide yang sangat bagus.
Kamu tahu siapa namanya?
Maaf, saya lupa nomor teleponmu.
Anak ini pintar sekali: sekali diajari langsung bisa.
Saya tidak mengerti maksudmu.
Sudah memilih? Teh atau kopi?
Saya memutuskan tahun depan pergi ke Tiongkok untuk belajar bahasa Mandarin.
Di kelas, kita harus fokus.
Saya kira kamu tidak datang hari ini.
Masalah ini harus saya pikirkan dulu.
Ingatan saya buruk: saya sering lupa membawa kunci.
Jangan salah paham, bukan itu maksud saya.
Belajar bahasa Mandarin harus tekun, jangan menyerah.
Dia terus ragu-ragu, tidak tahu harus memilih yang mana.
Kalau rapat, pikirannya selalu melayang ke mana-mana.
Impian saya adalah menjadi dokter.
Melihat foto ini, saya tidak bisa menahan tawa.
Kota itu meninggalkan kesan yang sangat baik bagi saya.
Dia bertindak tegas, tidak pernah ragu.
Setelah mendengar penjelasan guru, barulah saya tiba-tiba mengerti.
Menghafal tanpa mengerti tidak ada gunanya: harus paham dulu baru bisa ingat.
Jangan patah semangat: di mana ada kemauan, di situ ada jalan!
Apakah kecerdasan buatan akan menggantikan pemikiran manusia?
Saya bimbang berjam-jam, dan akhirnya tetap membeli yang merah.
Belajar tanpa berpikir membuat bingung; berpikir tanpa belajar itu berbahaya.


