Bahasa Mandarin menyimpan indra di bawah satu kata yang juga dipakai untuk menggambarkan wajah: 五官 , harfiahnya “lima organ” ⟶ alat-alat indra, tetapi juga raut wajah. Kalau kita mengatakan seseorang 五官端正 , yang dibicarakan adalah penampilannya, bukan penglihatannya. Organ-organ itu sendiri ada di halaman Tubuh; di sini, yang kita perhatikan adalah apa yang mereka tangkap.
Kesulitan pertama, dan ini kekeliruan yang sangat sering terjadi pada pemula. Bahasa Indonesia membedakan “memandang” dan “melihat”, “mendengarkan” dan “mendengar”, dengan dua kata kerja setiap kali. Bahasa Mandarin mempertahankan satu kata kerja saja lalu menambahkan hasilnya: 看 “memandang” + 见 “menangkap” ⟶ 看见 melihat; 听 “mendengarkan” + 见 ⟶ 听见 mendengar. Untuk penciuman, orang lebih sering berkata 闻到 , dengan 到 “mencapai”.
闻 ini pun punya sejarah. Ia membawa telinga 耳 di dalam pintu 门 (yang di sini memberi bunyinya, bukan maknanya): pada mulanya, artinya mendengar. Makna “mencium bau” datang belakangan, dan saya tidak bisa mengatakan dengan tepat pada zaman apa pergeseran itu terjadi. Tetapi makna lamanya tidak hilang. Ia bertahan dalam 新闻 , harfiahnya “apa yang baru terdengar” ⟶ berita, dan dalam tiga ungkapan di halaman ini (百闻不如一见, 耳闻目睹, 充耳不闻).
Soal rasa, pengobatan Tiongkok menghitung lima rasa, 五味 , dengan nama-nama kuno (甘 untuk manis, 辛 untuk pedas). Bahasa sehari-hari memakai 甜 dan 辣. Awas, bagi ahli fisiologi pedas bukanlah rasa (itu rasa terbakar), tetapi masakan Tiongkok sama sekali tidak peduli. Sichuan bahkan menambahkan rasa keenam: 麻 , kebas di lidah yang ditimbulkan oleh lada 花椒 .
Terakhir, perhatikan huruf 觉 dalam 感觉, 味觉, 嗅觉, 触觉: perannya mirip imbuhan “pe-…-an” dalam “penciuman” atau “perabaan”. Tapi hati-hati, ini huruf yang sama dengan yang ada dalam 睡觉 “tidur”, yang kali ini dibaca . Dua bacaan, dua kata.
Adapun bagian terakhir, isinya indra-indra yang menyelinap ke dalam bahasa sehari-hari. 吃醋 , “makan cuka” ⟶ cemburu, konon berasal dari sebuah anekdot di istana dinasti Tang (ceritanya indah, tapi tak ada yang membuktikan bahwa itu benar). Gerakan meraba, dengan 摸 di urutan pertama, ada di halaman Gerakan dan sikap tubuh.
Klik huruf mana saja di halaman ini: urutan penulisannya muncul goresan demi goresan, dengan panah yang menunjukkan arah goresan.
Cara memakai halaman ini: setiap kata membawa tingkatnya. ① yang pokok, ② yang umum, ③ yang rinci. Mulailah dari ①: dengan itu saja Anda sudah bisa mengatakan apa yang Anda lihat, dengar, dan kecap. Tombol ▶ memberikan pelafalannya, dan klik pada sebuah huruf membuka urutan goresannya.
Penglihatan
memandang
melihat
penglihatan (ketajaman mata)
rabun jauh
rabun dekat
kacamata
lensa kontak
memandang jauh
menengok (informal)
mengamati
menatap lekat-lekat
menemukan, mendapati
warna
terang
gelap, redup
cahaya
kabur, buram
jelas
orang buta, tunanetra
Pendengaran
mendengarkan
mendengar
pendengaran; kemampuan menyimak
bunyi, suara
berbunyi, nyaring
tenang, sunyi
berisik
kebisingan
gema
dengan suara keras
dengan suara pelan
dering
enak didengar
melengking, memekakkan telinga
tuli
alat bantu dengar
menguping
mendengarkan dengan saksama
Penciuman
mencium (bau)
harum
busuk
bau
aroma, bau harum
bau busuk
harum bunga
parfum
berbau enak
berbau tidak enak
penciuman
hidung tersumbat
menyengat hidung
amis
Pengecapan
mencicipi
rasa (makanan)
enak (dimakan)
manis
asin
asam
pedas
pahit
hambar, kurang asin
gurih (umami)
tidak enak (dimakan)
enak (diminum)
tekstur di mulut
nafsu makan
kebas di lidah (lada Sichuan)
pengecapan (indra)
berminyak
rasa yang tertinggal; mengenang rasanya
Perabaan
menyentuh, membentur
menyentuh, meraba
perabaan (indra)
panas
dingin
sejuk
panas membakar
lunak, lembut
keras
licin, halus
kasar
basah
kering
lengket
hangat
sedingin es
berbulu halus
Mencerap dan merasakan
merasa; sensasi
merasakan, mengalami
nyaman, enak (badan)
tidak nyaman, tersiksa
memperhatikan
lima organ indra; raut wajah
alat indra
persepsi, kesadaran
peka, sensitif
lamban bereaksi, tumpul
mati rasa
menyadari
ilusi (indra)
halusinasi
indra keenam
Indra dalam ungkapan dan peribahasa
melihat dan mendengar sendiri
seratus kali mendengar tak sebanding dengan sekali melihat
memandang tapi tak melihat
pura-pura tidak mendengar
memasang telinga ke segala arah
menutup telinga untuk mencuri lonceng (menipu diri sendiri)
kicau burung dan harum bunga
dengan penuh nikmat
suka duka kehidupan
hidup, penuh warna
Indra dalam kata sehari-hari
indah, cantik
dengar-dengar, kabarnya
Hong Kong (“pelabuhan harum”)
pendapat, sudut pandang
berobat ke dokter
berpapasan, bertemu tanpa sengaja
cemburu (“makan cuka”)
bersusah payah, menanggung derita
hati terasa pilu
tampak tidak asing
Contoh kalimat
Anda lihat kacamata saya?
Masakan ini pedas sekali, dan juga agak manis.
Saya mendengar ada suara di luar.
Bunga ini harum sekali!
Coba cicipi, bagaimana rasanya?
Hari ini agak dingin, badan saya kurang enak.
Perpustakaan sangat tenang.
Katanya masakan di restoran ini enak sekali.
Mata saya agak rabun jauh, saya tidak bisa melihat papan tulis dengan jelas.
Tolong bicara pelan-pelan, anaknya sedang tidur.
Sup ini terlalu hambar, tambahkan sedikit garam.
Hati-hati, airnya panas sekali!
Coba cium: bau apa ini?
Di luar terlalu bising, saya tidak bisa mendengar dengan jelas.
Bajunya basah kuyup kena hujan.
Batu ini dingin dan keras.
Dia sangat peka terhadap suara bising.
Akhir-akhir ini saya tidak punya nafsu makan, tidak ingin makan apa-apa.
Pendengaran nenek kurang baik, dia harus memakai alat bantu dengar.
Masakan Sichuan membuat lidah kebas sekaligus pedas.
Saya pilek, hidung tersumbat, sudah tidak bisa mencium apa-apa.
Kain ini terasa kasar kalau diraba.
Dia mendengarkan dengan tenang kakek itu bercerita.
Seratus kali mendengar tak sebanding dengan sekali melihat: pergilah lihat sendiri.
Anak-anak mendengarkan dengan asyik.


