“Hari raya” dalam bahasa Mandarin disebut 节日 , hari perayaan, dan semuanya bertumpu pada 节 . Dalam bentuk kunonya, 節, aksara ini memakai radikal bambu, 竹: artinya mula-mula ruas batang bambu, tonjolan yang membagi batang menjadi potongan-potongan yang teratur. Dari ruas ke potongan, lalu ke titik-titik yang membagi tahun ⟶ hari raya. Aksara yang sama muncul dalam 季节 , musim, dalam 节目 , nomor dalam sebuah acara, dan dalam 细节 , detail. Untuk 节约 , berhemat, jalannya kurang jelas: di sini 节 berarti “menahan, membatasi”, yang dikaitkan orang dengan irama teratur ruas-ruas bambu, tetapi saya tidak berani memastikannya.
Hari raya tradisional mengikuti kalender lunar, sehingga tanggalnya berubah setiap tahun dalam kalender kita. Tetapi perhatikan baik-baik: hampir semuanya jatuh pada angka kembar atau pada bulan purnama. Hari pertama bulan pertama adalah Tahun Baru; tanggal lima bulan kelima, 端午节 , festival Perahu Naga (Peh Cun); tanggal tujuh bulan ketujuh, 七夕 ; tanggal sembilan bulan kesembilan, 重阳节 , “yang ganda”, karena sembilan adalah angka tertinggi dari unsur yang. Dari sisi bulan, tanggal lima belas bulan pertama adalah festival Lampion (Cap Go Meh), dan tanggal lima belas bulan kedelapan adalah festival Pertengahan Musim Gugur. Hanya satu hari raya besar yang lepas dari aturan ini. 清明节 (Ceng Beng) mengikuti matahari: ia salah satu dari dua puluh empat periode matahari, dan setiap tahun jatuh sekitar 5 April.
Tahun Baru sendiri berganti nama pada abad ke-20. Ketika Republik Tiongkok memakai kalender Barat, 元旦 , “pagi pertama”, pindah ke 1 Januari, dan Tahun Baru yang lama menjadi 春节 , festival Musim Semi, yang di Indonesia disebut Imlek (lihat halaman kami Festival Musim Semi). Dalam percakapan, orang cukup mengatakan 过年 , harfiah “melewati tahun”, seperti orang melewati celah gunung atau menyeberangi sungai. Itulah makna legenda 年兽 , monster Nian yang keluar setiap akhir tahun dan lari ketakutan oleh bunyi petasan. Namun, saya tidak mengenal kisah ini dari teks kuno mana pun: tampaknya kisah ini baru, tetapi itu tidak menghalanginya diceritakan di semua sekolah.
Uang yang diberikan kepada anak-anak disebut 压岁钱 : 压 “menekan, menahan”, 岁 “tahun” ⟶ uang yang menahan tahun-tahun. Ada juga yang menjelaskannya dengan permainan kata: 岁 diucapkan sama dengan 祟 , roh jahat yang harus dijinakkan. Uang itu diselipkan dalam 红包 , amplop merah (angpau), dan sejak 2014 juga diselipkan ke dalam ponsel: orang senang 抢红包 , “merebut” amplop virtual yang dikirim teman-teman di grup WeChat (sampai lupa makan malam, seperti dalam kalimat 22 kami).
Inti perayaan tetaplah 团圆 , berkumpulnya keluarga: 团 dan 圆 sama-sama berarti bulat, lingkaran yang utuh. Dari situlah lahir perpindahan manusia terbesar di dunia, 春运 , ketika ratusan juta orang pulang kampung untuk makan malam tutup tahun (mudik versi Tiongkok, kalau boleh dibilang begitu). 有钱没钱,回家过年: kaya atau miskin, orang pulang. Malam itu orang makan sambil menonton 春晚 , gala televisi pusat, yang ditonton semua orang sejak 1983 dan dikritik semua orang keesokan harinya (itu pun hampir menjadi tradisi tersendiri).
Purnama bulan kedelapan membawa gagasan yang sama. Bulan yang bulat memanggil keluarga untuk berkumpul, dan 月饼 , kue bulan, juga bulat (lihat halaman kami Festival Pertengahan Musim Gugur). Hati-hati dengan bola-bola ketan pada festival Lampion: 元宵 di Utara, 汤圆 di Selatan, kurang lebih sama, tetapi cara membuatnya berbeda. Yang pertama digulirkan dalam tepung beras, yang kedua dibentuk dengan tangan. Tentang 七夕, halaman Hari Valentine Tiongkok menceritakan kisah Gembala Sapi dan Gadis Penenun.
Pada tanggal sembilan bulan kesembilan, orang naik ke tempat tinggi, 登高 , dengan setangkai 茱萸 di pinggang (sering diterjemahkan “dogwood”, tetapi tanamannya tidak sama di semua tempat) untuk menolak bala. Pada hari itulah Wang Wei, konon pada usia tujuh belas tahun, jauh dari keluarganya, menulis dua larik dalam kalimat terakhir kami: 独在异乡为异客,每逢佳节倍思亲. Puisi lengkapnya dijelaskan aksara demi aksara di halaman kami Pikiran tentang Saudara-Saudaraku - Wang Wei. Sejak 1989, hari Sembilan Ganda juga menjadi hari lansia: 九九 diucapkan sama dengan 久久 , “lama, lama sekali”.
Hari raya modern punya kosakata sendiri, sering bernada sinis. Tujuh hari libur bulan Oktober, 黄金周 , “pekan emas”, harus dibayar dengan 调休 : supaya liburnya bersambung, orang bekerja pada akhir pekan sebelum atau sesudahnya, dan setiap tahun media sosial penuh keluhan. Tanggal 11 November dulu adalah 光棍节 , hari para lajang, karena empat angka “1”-nya berjajar seperti batang kayu (光棍, “batang telanjang” ⟶ lajang), sebelum belanja daring menjadikannya 双十一 , hari belanja terbesar di planet ini.
Hari raya asing, 洋节 , datang bersama pusat perbelanjaan, dan kata itu masih menyimpan sedikit rasa curiga. Natal mendapat tempatnya, dengan gaya Tiongkok: pada malam sebelumnya, 平安夜 , “malam damai”, orang memberi apel, karena 苹果 diawali bunyi yang sama dengan 平安 . Hati-hati dengan 万圣节 : pada dasarnya itu Hari Raya Semua Orang Kudus, “hari raya semua orang suci”, tetapi di Tiongkok yang dirayakan dengan nama ini memang Halloween.
Ulang tahun, upacara, dan jimat keberuntungan (angka delapan, warna merah, 福 yang ditempel terbalik) akan punya halaman sendiri. Satu jebakan terakhir: 过节 berarti merayakan hari raya, tetapi dengan 儿 khas Beijing, 过节儿 berarti dendam. Dua orang yang 有过节儿 tidak merayakan apa pun bersama. Justru sebaliknya.
Klik huruf mana saja di halaman ini: urutan penulisannya akan muncul goresan demi goresan, dengan panah yang menunjukkan arah tarikan.
Cara memakai halaman ini: setiap kata membawa tingkatnya. ① yang pokok, ② yang umum, ③ yang rinci. Mulailah dari ①: dengan itu saja Anda sudah bisa mengucapkan selamat hari raya. Tombol ▶ memberikan pelafalannya, dan klik pada sebuah huruf membuka urutan goresannya.
Hari raya dan hari libur
hari raya, hari perayaan
hari raya (春节, 中秋节); ruas bambu
merayakan hari raya, melewatkan hari raya
libur, mendapat cuti
ramai, meriah
merayakan
liburan, masa libur
berkumpul kembali bersama keluarga (setelah berpisah)
hari raya tradisional
adat, kebiasaan
“pekan emas” (libur Hari Nasional)
libur panjang akhir pekan (tiga hari libur)
hari libur resmi, tanggal merah
pertukaran hari libur (bekerja pada akhir pekan agar libur lebih panjang)
Tahun Baru Imlek
festival Musim Semi, Tahun Baru Imlek
merayakan Tahun Baru
Tahun Baru
malam Tahun Baru, malam tutup tahun
makan malam tutup tahun
pangsit (jiaozi)
membuat pangsit
angpau, amplop merah (berisi uang)
mengucapkan selamat Tahun Baru
petasan
kembang api
uang Tahun Baru untuk anak-anak
bait berpasangan Tahun Baru (ditempel di kedua sisi pintu)
berjaga semalaman pada malam tutup tahun
perbekalan Tahun Baru
gala Tahun Baru (di televisi, pada malam tutup tahun)
pekan raya kelenteng
barongsai, tarian singa
kue keranjang (kue ketan Tahun Baru)
hari terakhir tahun (lunar), hari malam tutup tahun
hari pertama tahun baru (lunar)
arus mudik Imlek (angkutan selama masa hari raya)
tarian naga, liong
monster Nian (yang diusir dengan petasan, menurut legenda)
“Tahun Baru kecil” (seminggu sebelum malam tutup tahun)
suasana Tahun Baru, nuansa Imlek
merebut angpau (virtual, di WeChat)
menyambut Dewa Rezeki (hari ke-5 Tahun Baru)
Festival Lampion, Qingming, dan Perahu Naga
festival Lampion, Cap Go Meh (hari ke-15 bulan ke-1)
lampion, lentera
bola ketan berisi (nama di Utara)
bola ketan berisi, ronde (nama di Selatan)
lampion hias (festival Lampion)
menebak teka-teki lampion
festival Qingming, Ceng Beng, hari ziarah kubur (awal April)
jalan-jalan ke alam pada musim semi (harfiah “menginjak hijau”)
hari Makanan Dingin (sehari sebelum Qingming)
festival Perahu Naga, Peh Cun (hari ke-5 bulan ke-5)
bakcang (nasi ketan dibungkus daun bambu)
perahu naga
lomba perahu naga
Qu Yuan (penyair abad ke-3 SM, dihormati pada festival Perahu Naga)
Dari Qixi sampai hari raya Laba
Qixi, Hari Valentine Tiongkok (hari ke-7 bulan ke-7)
Gembala Sapi dan Gadis Penenun (sepasang kekasih Qixi)
jembatan burung murai (tempat kedua kekasih bertemu)
festival hantu, sembahyang rebutan (hari ke-15 bulan ke-7)
festival Pertengahan Musim Gugur, festival Kue Bulan (hari ke-15 bulan ke-8)
kue bulan
menikmati bulan purnama
Chang’e (dewi bulan)
kelinci giok (yang tinggal di bulan)
festival Sembilan Ganda (hari ke-9 bulan ke-9, kini hari lansia)
naik ke tempat tinggi (kebiasaan Sembilan Ganda)
bubur Laba (hari ke-8 bulan ke-12)
Ucapan selamat hari raya
selamat hari raya!
selamat Tahun Baru!
selamat Tahun Baru Imlek! (lisan)
“semoga banyak rezeki” (ucapan Tahun Baru)
semoga semua berjalan sesuai keinginan
selamat festival Musim Semi!
semoga semua harapan terkabul
bahagia untuk seluruh keluarga
semoga beruntung dan makmur
Hari raya modern di Tiongkok
Tahun Baru Masehi (1 Januari)
Hari Nasional (1 Oktober)
Hari Buruh (1 Mei)
Hari Anak (1 Juni)
Hari Ibu (Minggu kedua bulan Mei)
Hari Ayah (Minggu ketiga bulan Juni)
Hari Perempuan Internasional (8 Maret)
Hari Guru (10 September)
“Sebelas Ganda”, 11.11 (11 November, hari belanja daring terbesar)
hari para lajang (11 November)
Hari Pemuda (4 Mei)
Hari Menanam Pohon (12 Maret)
Hari raya dari luar negeri
Natal
Sinterklas
pohon Natal
malam Natal (harfiah “malam damai”)
Halloween (harfiah “hari raya semua orang kudus”)
Thanksgiving, Hari Pengucapan Syukur
April Mop (harfiah “hari orang bodoh”)
Paskah
“apel damai” (diberikan pada malam Natal)
karnaval
hari raya asing (sering bernada kritis)
telur hias (Paskah); adegan tersembunyi setelah daftar pemeran
Hari raya dalam ungkapan dan peribahasa
bersuka ria, gembira luar biasa
menghias dengan meriah (harfiah “menggantung lampion dan mengikat pita warna-warni”)
melepas yang lama, menyambut yang baru (pada pergantian tahun)
bunga indah dan bulan purnama (ucapan kebahagiaan, pernikahan)
lewat Laba, Tahun Baru pun tiba
kaya atau miskin, pulanglah untuk Tahun Baru
tanggal lima belas bulan pertama, semua meramaikan Cap Go Meh
rencana setahun ditentukan pada musim semi
saat Qingming, hujan turun tak henti-henti (Du Mu)
setiap hari raya, rindu pada keluarga berlipat ganda (Wang Wei)
semoga kita panjang umur, dan meski terpisah seribu li, kita berbagi bulan yang sama (Su Shi)
dicari dengan lampion pun tak ketemu, langka sekali
Hari raya dalam kata sehari-hari
acara, program; nomor (dalam pertunjukan)
musim
berhemat
detail, rincian
menonton keramaian, ikut menonton
bonus akhir tahun
alur cerita (novel, film)
ikut meramaikan; ikut campur
tahap, mata rantai
dendam, perselisihan (jangan dikacaukan dengan 过节 guòjié)
makmur, berjaya; meriah
ujung tahun yang sulit (saat utang harus dilunasi)
Contoh kalimat
Festival Musim Semi adalah hari raya terpenting di Tiongkok.
Pada malam tutup tahun, seluruh keluarga membuat pangsit bersama.
Saat Tahun Baru, anak-anak senang sekali menerima angpau.
Pada festival Pertengahan Musim Gugur, semua orang makan kue bulan bersama.
Pada Hari Nasional, kami libur tujuh hari.
Selamat Hari Ibu, Ma!
Pada festival Perahu Naga, orang makan bakcang.
Di rumahmu, Natal dirayakan tidak?
Pada malam tutup tahun, banyak orang makan malam sambil menonton gala Tahun Baru.
Setiap tahun, saat arus mudik Imlek, tiket kereta sangat sulit didapat.
Pada hari pertama Tahun Baru, kami pergi mengucapkan selamat Tahun Baru kepada kakek dan nenek.
Pada malam Cap Go Meh, jalan-jalan penuh dengan lampion hias.
Saat festival Perahu Naga, banyak tempat di selatan mengadakan lomba perahu naga.
Menurut legenda, pada hari Qixi, Gembala Sapi dan Gadis Penenun bertemu di jembatan burung murai.
Pada malam festival Pertengahan Musim Gugur, seluruh keluarga duduk di halaman sambil menikmati bulan.
Selama pekan emas Hari Nasional, tempat wisata di mana-mana penuh sesak.
Pada hari 11.11, saya membeli segunung barang secara daring.
Pada malam Natal, anak muda Tiongkok suka saling memberi apel.
Lewat Laba, Tahun Baru pun tiba: setiap rumah mulai berbelanja keperluan hari raya.
Saat Tahun Baru orang menyalakan petasan: menurut legenda, untuk mengusir monster Nian.
Gara-gara pertukaran hari libur, setelah hari raya kami harus bekerja tujuh hari berturut-turut.
Semua orang sibuk merebut angpau di ponsel, sampai makan malam tutup tahun jadi dingin.
Sekitar Qingming, orang suka pergi berjalan-jalan ke pinggiran kota.
Lampion tua secantik ini, sekarang dicari di mana pun tak akan ketemu.
Seorang diri di negeri asing, orang asing di antara yang lain, setiap hari raya rinduku pada keluarga berlipat ganda.


