Bepergian pertama-tama berarti berjalan, dan berjalan dalam bahasa Mandarin adalah 走 . Namun, pada perunggu kuno, aksara ini menggambarkan orang yang mengayunkan lengan (夭) di atas sebuah kaki (止): ia sedang berlari. Itulah makna 走 dalam bahasa Tionghoa klasik, ketika orang berjalan dengan 行 , gambar sebuah perempatan, dan 步 , dua kaki yang satu di depan yang lain, adalah langkah. Kapan kata ini melambat, saya tidak bisa mengatakannya dengan pasti. Tetapi jejaknya masih ada: dalam 走马观花 , kudanya tidak berjalan santai, ia berderap, dan penunggangnya hanya melihat bunga sebagai noda warna ⟶ membahas sesuatu sekilas saja. (Kata kerja 走 sendiri ada di halaman Gerakan dan sikap tubuh.)
Untuk mengatakan pergi dengan berjalan kaki, orang bilang 走着去 , “pergi sambil berjalan”, atau 步行 dalam bahasa tulis. Orang Beijing punya versi sendiri, 腿着 , “pergi pakai kaki”, yang selalu bikin tersenyum. Pejalan kaki adalah 行人 , “orang yang berjalan”, dan ujian terberatnya adalah 过马路 , menyeberang jalan. Warganet Tiongkok bahkan memberi nama 中国式过马路, “menyeberang ala Tiongkok”: 凑够一撮人就可以走了,和红绿灯无关, “begitu orangnya cukup banyak, jalan saja, lampu lalu lintas tidak ada urusannya”. Itu lelucon, tetapi tidak sepenuhnya (lampu lalu lintas dan zebra cross ada di halaman Kota dan kawasannya).
Kalau tersesat, 迷路 , kita bertanya jalan, 问路 , dan berharap mendengar 往左拐 atau 往右拐 , “belok kiri, belok kanan”. Hati-hati: di utara, terutama di Beijing, Anda lebih sering mendapat jawaban 往东走 atau 往北拐, “jalan ke timur, belok ke utara”. Orang menjelaskannya dengan tata kota ibu kota yang berpetak seperti papan catur, menghadap ke empat mata angin. Saya tidak tahu apakah itu satu-satunya alasan, tetapi kebiasaan ini sungguh ada, dan membingungkan kalau kita tidak tahu di mana utara (orang Jawa yang biasa bilang ngalor dan ngidul mungkin malah merasa akrab). Orang yang tersesat di mana-mana adalah 路痴 , “si bodoh jalan”, yang dalam bahasa kita disebut buta arah (kalimat 21). 痴 berarti kegilaan, tetapi juga kegandrungan: 书痴 adalah orang yang tergila-gila pada buku.
Sebelum ada 导航 , ada kuda. 韩非子 bercerita bahwa pasukan Adipati Huan dari Qi, yang berangkat pada musim semi menyerang negeri Guzhu, tersesat dalam perjalanan pulang pada musim dingin. Menteri Guan Zhong menyuruh melepas seekor kuda tua, orang-orang mengikutinya, dan kuda itu menemukan jalan (kalimat 24). Itulah asal 老马识途 , “kuda tua tahu jalan”, yang dikatakan tentang orang berpengalaman. GPS sudah menggantikan kuda. Kuda, setidaknya, tidak pernah kehabisan baterai.
Sepeda disebut 自行车 , harfiah “kendaraan yang berjalan sendiri” ⟶ 自 sendiri, 行 berjalan, 车 kendaraan (meski tetap harus dikayuh). Saya tidak tahu siapa yang menciptakan kata ini, tetapi kita bisa memahami keheranan orang di depan mesin yang maju tanpa kuda. Justru karena itu, sepeda tidak dikemudikan, melainkan di-骑 , ditunggangi seperti kuda, dan aksaranya memuat 马 di sebelah kiri. Semua yang ditunggangi di-骑, sepeda motor maupun skuter. Sebaliknya, mobil, kapal, atau pesawat di-开 , “dibuka”, dalam arti menjalankan mesin: 开车 artinya menyetir.
Pada tahun 1980-an, Tiongkok adalah “kerajaan sepeda”, 自行车王国. Sepeda 永久 “Abadi” atau 飞鸽 “Merpati Terbang” termasuk barang yang diidamkan untuk menikah. Lalu mobil menguasai segalanya, dan sepeda kembali lewat ponsel: sekitar 2016 dan 2017, 共享单车 , sepeda sewa tanpa dok yang kuncinya dibuka dengan memindai kode, bertambah begitu cepat sehingga beberapa kota harus menumpuk sepeda yang berlebih di lahan kosong, “kuburan sepeda”. Demamnya sudah reda. Sepedanya tetap ada.
Raja jalanan yang sebenarnya hari ini adalah 电动车 , kendaraan roda dua listrik, yang juga disebut 电瓶车 menurut baterainya, 电瓶, “botol listrik”. Jumlahnya ratusan juta, dan ada satu kekurangannya: kita tidak mendengarnya datang. Pada 2020, polisi meluncurkan kampanye 一盔一带 , “satu helm, satu sabuk”: 头盔 untuk kendaraan roda dua (kalimat 17), 安全带 untuk mobil (kalimat 7).
Aksara 车 adalah kereta yang dilihat dari atas: badan kereta di tengah, gandar yang menembusnya, dan pada bentuk kuno, kedua rodanya. Bentuk tradisional 車 masih menyimpan kerangkanya. Dalam catur Tionghoa, bidak yang bertuliskan aksara ini dibaca dan bergerak seperti benteng dalam catur kita. Mobil adalah 汽车 , “kereta uap”. Hati-hati: dalam bahasa Jepang, 汽車 () yang sama berarti kereta api, yang dulu ditarik lokomotif uap, sedangkan mobil disebut dengan kata lain. Satu lagi teman palsu.
Untuk menyetir, perlu 驾照 , SIM, dan harus lewat 驾校 , sekolah mengemudi. 驾 adalah 马 di bawah 加 ⟶ memasang kuda pada kereta, dan 驾驶 masih menyimpan makna mengendalikan kereta kuda ini. Ujiannya terdiri atas empat 科目, “mata uji”; 科目二, ujian manuver di lapangan, terkenal dengan 倒车入库, “masuk garasi sambil mundur”, yang menggagalkan banyak peserta. Setelah itu perlu pelat nomor: di Beijing diundi, di Shanghai dilelang, dan di Beijing pula, mobil harus tinggal di garasi satu hari dalam seminggu menurut angka terakhir 车牌 (kalimat 20). Akhirnya, sejak 2011, menyetir dalam keadaan mabuk menjadi tindak pidana. Maka larislah 代驾 , “menyetir menggantikan”: sehabis makan malam sambil minum-minum, kita memanggil sopir lewat aplikasi, yang mengantar pulang mobil beserta pemiliknya. Ia datang dengan skuter lipat kecil, yang ia simpan di bagasi mobil Anda (kalimat 19).
Ungkapan-ungkapannya sendiri masih berjalan dengan kereta kuda. 南辕北辙 , “gagang kereta ke selatan, bekas roda ke utara”, berasal dari 战国策: seorang laki-laki yang hendak ke negeri Chu, di selatan, melaju ke utara sambil membanggakan kudanya, uangnya, dan kusirnya, tanpa sadar bahwa makin bagus semuanya, makin jauh ia dari tujuan. 前车之鉴 adalah kereta yang terguling di depan Anda dan menjadi pelajaran. Laozi mengingatkan bahwa perjalanan seribu 里 dimulai dengan satu langkah (kalimat 23, lihat halaman Bab 64 dari Laozi), dan Konfusius berkata kepada seorang murid yang menjadi kepala daerah bahwa 欲速则不达, “yang tergesa-gesa tidak sampai jauh” (kalimat 25, lihat halaman Bab 13 dari Analekta Konfusius). Nasihat yang bagus untuk jam sibuk.
Dalam kehidupan sehari-hari, orang 开夜车 , “menyetir malam-malam”, ketika bekerja atau belajar sampai pagi tanpa menyentuh setir sedikit pun; orang 走弯路, “menempuh jalan berliku”, ketika tersesat di jalur yang keliru; dan yang 开倒车, “menyetir mundur”, adalah orang yang melawan zaman. Bus, kereta bawah tanah, kereta api, pesawat, dan taksi menunggu di halaman berikutnya, “Transportasi umum”. Sementara itu, kita harus berjalan kaki.
Klik huruf mana saja di halaman ini: urutan penulisannya akan muncul goresan demi goresan, dengan panah yang menunjukkan arah tarikan.
Cara memakai halaman ini: setiap kata membawa tingkatnya. ① yang pokok, ② yang umum, ③ yang rinci. Mulailah dari ①: dengan itu saja Anda sudah bisa menanyakan jalan, mengayuh sepeda, atau memegang setir. Tombol ▶ memberikan pelafalannya, dan klik pada sebuah huruf membuka urutan goresannya.
Berjalan kaki
menyeberang jalan
pergi berjalan kaki
salah jalan
berjalan kaki
pejalan kaki
tak sanggup berjalan lagi
mengambil jalan pintas
memutar jalan
berjalan kaki jauh; pendakian
bergegas dalam perjalanan
jarak tempuh, perjalanan
pergi pakai kaki (santai, Beijing)
Mencari arah, menanyakan jalan
tersesat
menanyakan jalan
peta
lewat mana ya?
jalan lurus
belok kiri
belok kanan
berbelok, menikung
putar balik
GPS, navigasi; memandu (lewat GPS)
memberi petunjuk arah
menentukan lokasi; geolokasi
rambu penunjuk jalan
hafal jalan
buta arah
Sepeda
sepeda
naik (sepeda, kuda), menunggang
bersepeda, naik sepeda
sepeda sewa bersama
sepeda (lisan)
sepeda gunung
kunci sepeda
memompa (ban)
bersepeda jarak jauh, gowes
ban pecah
jalur sepeda
keranjang (sepeda)
rantai
bel (sepeda)
Skuter, sepeda motor, otoped
skuter listrik
sepeda motor
helm
otoped
boncengan, jok belakang
kendaraan roda dua listrik
segway, papan keseimbangan listrik
membonceng orang
Mobil
mobil
kendaraan, mobil
menyetir
sopir, pengemudi
sabuk pengaman
pintu mobil
setir
ban
bagasi
pedal gas
klakson
pelat nomor
mobil listrik
mobil bekas
mesin
mobil pribadi
kursi penumpang depan
kaca spion
wiper
Menyetir
SIM, surat izin mengemudi
parkir
tempat parkir
SPBU, pom bensin
memperbaiki mobil
sekolah mengemudi
memundurkan mobil
menyalip
mengerem; rem
batas kecepatan
pelanggaran batas kecepatan
menerobos lampu merah
mencuci mobil
mengemudikan, mengendarai
surat tilang
tabrakan
pelanggaran (lalu lintas)
sopir pengganti
tabrakan dari belakang
mogok (di jalan)
Jalan dan lalu lintas
macet
lalu lintas
jalan raya
jalan tol
polisi lalu lintas
petak parkir
jam sibuk
gerbang tol
terowongan
jalan satu arah
pembatasan kendaraan (semacam ganjil-genap)
rest area
lajur
Bepergian di dalam ungkapan
setiap jalan besar menuju Roma (banyak jalan menuju Roma)
berhenti di tengah jalan (menyerah setengah jalan)
sampai di kaki gunung, kereta pasti menemukan jalan (selalu ada jalan keluar)
perjalanan seribu li dimulai dari bawah kaki (dimulai dengan satu langkah)
yang tergesa-gesa tidak akan sampai (biar lambat asal selamat)
gagang ke selatan, roda ke utara (bertindak berlawanan dengan tujuan)
kuda tua tahu jalan
kembali dari jalan yang sesat (menyadari kesalahan dan berbalik)
melihat bunga dari atas kuda yang berlari (sekilas saja)
jalan jauh menunjukkan tenaga kuda (waktu membuktikan kemampuan)
pelajaran dari kereta yang terguling di depan (belajar dari kesalahan orang lain)
kereta ringan di jalan yang dikenal (sudah biasa, gampang)
Bepergian di dalam kata sehari-hari
berangkat
mengantar jalan, memandu
searah, sekalian lewat
lewat, melintas
sepanjang jalan
di tengah jalan
menempuh jalan berliku, salah langkah
jalan keluar, prospek
begadang bekerja sampai larut
mundur ke belakang, melawan zaman
berbelit-belit
menumpang (hitchhike); memanfaatkan kesempatan
Contoh kalimat
Permisi, kalau mau ke Taman Rakyat lewat mana, ya?
Jalan lurus saja, lalu di perempatan kedua belok kiri.
Setiap hari saya naik sepeda ke kantor.
Kamu bisa menyetir?
Saya tersesat, bisa bantu lihat petanya bersama saya?
Tidak jauh, jalan kaki sepuluh menit sudah sampai.
Setelah naik mobil, tolong pasang sabuk pengaman.
Di sini tidak boleh parkir.
Pada jam sibuk pulang kerja, macetnya parah sekali.
Saya baru dapat SIM bulan lalu.
Di Tiongkok, banyak orang naik skuter listrik ke tempat kerja.
Di depan tidak boleh belok kiri, jadi kita terpaksa putar balik.
Batas kecepatan di jalan ini enam puluh, Anda tadi ngebut.
Ban sepedaku kempis, harus dipompa dulu.
Pakai navigasi di ponsel, tidak bakal tersesat lagi.
Tempat parkirnya penuh, tidak ada petak yang kosong.
Naik skuter listrik wajib pakai helm.
Kalau searah, boleh aku nebeng sebagian jalan?
Kalau sudah minum, jangan menyetir, panggil sopir pengganti saja.
Di Beijing ada pembatasan kendaraan menurut angka terakhir pelat nomor: hari ini mobilku tidak boleh keluar.
Dia benar-benar buta arah: di kompleks perumahannya sendiri pun bisa tersesat.
Jangan khawatir, sampai di kaki gunung, kereta pasti menemukan jalan.
Pohon yang besarnya sepelukan lahir dari akar sehalus rambut; menara sembilan tingkat bangkit dari segenggam tanah; perjalanan seribu li dimulai dengan satu langkah.
“Kebijaksanaan seekor kuda tua dapat berguna.” Maka dilepaslah seekor kuda tua, orang-orang mengikutinya, dan jalan pun ditemukan kembali.
Jangan terlalu tergesa-gesa; jangan mengejar keuntungan kecil. Yang tergesa-gesa tidak sampai jauh; yang mengejar keuntungan kecil tidak menyelesaikan perkara besar.


