Teh dan tradisinya

Dalam bahasa Mandarin, 茶 chá berarti semak teh, daunnya, sekaligus minuman yang dibuat darinya. Teh diminum, 喝茶 hē chá, tetapi terutama diseduh, 泡茶 pào chá, harfiahnya “merendam teh”, dan dari situlah sebuah budaya dimulai. Hurufnya sering diuraikan menjadi rumput 艹, orang 人, dan pohon 木: orang di tengah tumbuhan. Itu cara menghafal yang bagus, tetapi bukan etimologi. 茶 berasal dari 荼 tú, tumbuhan pahit dalam Kitab Puisi, yang konon dikurangi satu goresannya sekitar zaman Dinasti Tang agar teh terbedakan dari tumbuhan lain. Kapan tepatnya, para ahli masih memperdebatkannya. Nama-nama lama lainnya masih bertahan dalam bahasa tulis, misalnya 茗 míng, yang kita temukan dalam 品茗杯 pǐnmíngbēi, cangkir kecil untuk mencicipi teh.

Buku pertama yang khusus membahas teh adalah 茶经 Chájīng, Kitab Teh, yang ditulis pada paruh kedua abad ke-8 oleh 陆羽 Lù Yǔ, yang oleh tradisi dijuluki 茶圣 cháshèng, “orang suci teh”. Buku itu dibuka dengan kalimat 25 di halaman ini: 茶者,南方之嘉木也, “teh adalah pohon unggul dari Selatan”. Tetapi hati-hati, teh Lu Yu tidak mirip dengan teh kita: daunnya dipres menjadi lempengan, lalu dipanggang, ditumbuk, dan direbus dengan sejumput garam. Lu Yu puas dengan itu. Sebaliknya, orang yang menambahkan daun bawang, jahe, kurma merah, kulit jeruk, atau mint, menurutnya meminum “air buangan got”. Ia bukan orang yang lunak.

Pada zaman Song, mode beralih ke teh bubuk yang dikocok dengan pengocok bambu dalam mangkuk hitam: itulah 点茶 diǎnchá. Para sastrawan beradu dalam 斗茶 dòuchá, lomba teh, dan yang menang adalah busa yang paling putih dan paling awet. Seorang biksu Jepang, Eisai, membawa teh kocok ini ke Jepang pada akhir abad ke-12; di sana teh itu masih hidup hingga kini dengan nama matcha, 抹茶 mǒchá dalam daftar kita. Di Tiongkok, sebaliknya, teh itu menghilang. Pada tahun 1391, pendiri Dinasti Ming menghapus upeti teh lempengan dan menggantinya dengan daun utuh, konon untuk meringankan beban petani, dan orang pun mulai menyeduh teh dalam poci. Pada masa inilah lahir 紫砂壶 zǐshāhú dari Yixing. Kata 茶道 chádào, “jalan teh”, memang ada dalam bahasa Mandarin sejak zaman Tang, tetapi kini mengingatkan orang pada Jepang, sehingga orang lebih suka 茶艺 cháyì, “seni teh”, kata yang dipopulerkan di Taiwan pada akhir tahun 1970-an, kalau saya tidak keliru, justru untuk membedakan diri dari Jepang.

Orang Tiongkok membagi teh ke dalam 六大茶类 liù dà chálèi, enam keluarga besar, menurut cara daun diolah setelah dipetik: 绿茶 lǜchá hijau, 白茶 báichá putih, 黄茶 huángchá kuning, 乌龙茶 wūlóngchá oolong (“naga hitam”), 红茶 hóngchá, dan 黑茶 hēichá. Awas jebakannya: 红茶, “teh merah” dalam bahasa Mandarin, adalah yang kita sebut teh hitam. Orang Tiongkok melihat warna seduhannya, kita melihat warna daunnya. Dan 黑茶, “teh hitam” versi Tiongkok, adalah hal lain sama sekali: teh gelap yang dipres menjadi bata atau lempengan dan disimpan bertahun-tahun, seperti 普洱茶 pǔ'ěrchá dari Yunnan. Untuk semua keluarga ini orang menyebut 发酵 fājiào, “fermentasi”. Kenyataannya itu oksidasi daun; hanya 黑茶 yang benar-benar berfermentasi.

Teh-teh ternama punya nama seperti puisi. 龙井 Lóngjǐng dari Hangzhou adalah “sumur naga”, dan yang terbaik adalah 明前茶 míngqiánchá, yang dipetik sebelum Qingming (Cheng Beng), awal April. 铁观音 Tiěguānyīn adalah “Guanyin besi”, dan 大红袍 Dàhóngpáo “jubah merah besar”: masing-masing punya legenda, sering lebih dari satu, dan tak satu pun bisa dibuktikan. 碧螺春 Bìluóchūn, “spiral giok musim semi”, konon mula-mula bernama 吓煞人香 xiàshārénxiāng, “harum yang membuat orang mati ketakutan”, sampai Kaisar Kangxi, yang singgah di Danau Tai, menganggapnya agak kasar lalu menggantinya. Ceritanya indah. Adapun lapsang souchong, 正山小种 Zhèngshān xiǎozhǒng, “souchong” adalah lafal Hokkian untuk 小种, “varietas kecil”; soal “lapsang”, tak ada yang sepakat.

Teh pun berkelana dengan dua lafal. Di tempat yang dicapainya lewat laut, dari pelabuhan-pelabuhan Fujian, teh membawa lafal setempat te, yang disebarkan orang Belanda: dari situ lahir tea dalam bahasa Inggris, Tee dalam bahasa Jerman, dan thé dalam bahasa Prancis. Teh kita sendiri juga termasuk keluarga ini. Di tempat yang dicapainya lewat darat, atau lewat Makau, teh tetap bernama cha: chá dalam bahasa Portugis, чай dalam bahasa Rusia, çay dalam bahasa Turki, shāy dalam bahasa Arab. Sisa dunia kurang lebih terbagi di antara dua keluarga ini. Kita bisa menebak jalur teh hanya dengan mendengar namanya, dan 茶马古道 chámǎ gǔdào, jalur kuno teh dan kuda, mendaki dari Yunnan dan Sichuan sampai ke Tibet, tempat bata teh ditukar dengan kuda.

Cara menyeduh yang paling cermat adalah 功夫茶 gōngfuchá dari Fujian dan daerah Chaozhou (Teochew). 功夫 di sini sama dengan kungfu (lihat halaman kami Kungfu): waktu, kesabaran, dan kecakapan yang dicurahkan pada sesuatu. Ada juga yang menulis 工夫茶, dan kedua ejaan itu punya pendukungnya. Cangkir disiram air mendidih, 温杯 wēn bēi, daun teh dibilas, 洗茶 xǐ chá (seduhan pertama tidak diminum), lalu teh diseduh berkali-kali, masing-masing sangat singkat, dalam poci kecil atau 盖碗 gàiwǎn, mangkuk bertutup. Seduhan itu kemudian dituang ke 公道杯 gōngdàobēi, harfiahnya “cangkir keadilan”: tanpa itu, cangkir terakhir yang dituang akan lebih pekat daripada yang pertama. Oolong yang baik itu 耐泡 nàipào, tahan diseduh tujuh atau delapan kali.

Teh pertama-tama adalah isyarat penyambutan: 客来敬茶, “tamu datang, suguhkan teh”. Untuk berterima kasih kepada orang yang menuangkan teh, kita mengetuk meja dengan dua jari yang ditekuk: itulah 叩指礼 kòuzhǐlǐ. Konon Kaisar Qianlong, yang bepergian menyamar, menuangkan teh untuk para pelayannya; karena tak bisa bersujud tanpa membongkar penyamarannya, mereka menirukan sujud dengan jari. Ceritanya manis. Tak ada yang membuktikan bahwa itu benar. Di kalangan pejabat Dinasti Qing, sebaliknya, mengangkat cangkir tanpa meminumnya berarti pertemuan sudah selesai: itulah 端茶送客 duān chá sòng kè. Dan kalau tidak minum minuman keras, orang bersulang 以茶代酒 yǐ chá dài jiǔ, “dengan teh sebagai pengganti arak”. Ungkapan ini berasal dari zaman Tiga Negara, dari seorang cendekiawan yang tidak kuat minum dan diam-diam diberi teh oleh rajanya.

Teh juga masuk ke dalam pernikahan. Dulu hadiah pertunangan disebut 茶礼 chálǐ, karena pohon teh, katanya, tidak bisa dipindahtanamkan: sang tunangan tak akan berganti keluarga lagi. Para ahli botani mungkin tidak setuju, tetapi lambangnya bertahan. Sampai sekarang pengantin perempuan masih menyuguhkan teh kepada mertuanya. Para biksu pun punya bagiannya: guru Chan (Zen) 赵州 Zhàozhōu Zhaozhou bertanya kepada setiap tamu apakah ia pernah datang sebelumnya; dijawab ya atau tidak, ia mengatakan hal yang sama kepada semua: 吃茶去 chī chá qù, “pergilah minum teh!”. Jawaban orang yang tak sabar, atau ajakan untuk hidup di saat ini? Para penafsir sudah berdebat soal itu selama seribu tahun.

Dalam kehidupan sehari-hari, teh ada di mana-mana. Ada 茶馆 cháguǎn di Chengdu, tempat orang bermain kartu atau mahjong sepanjang hari, dan lakon Lao She yang memakai nama itu, Rumah Teh; ada 茶楼 chálóu di Kanton dengan 早茶-nya (lihat Masakan Tiongkok dan dunia); di kantor ada 茶水间 cháshuǐjiān, pantry, dan di seminar ada 茶歇 cháxiē, rehat. 下午茶 xiàwǔchá, teh sore, justru kembali dari Inggris. Lalu ada 保温杯 bǎowēnbēi, botol termos berisi daun teh yang dibawa ke mana-mana oleh setiap orang Tiongkok berusia di atas empat puluh (di internet orang menertawakannya, tetapi saya tidak yakin bisa menyalahkan mereka). Tetapi awas dengan 凉茶 Kanton: itu bukan teh, melainkan rebusan tanaman obat (lihat Berobat).

Bahasa pun menyimpan ungkapan tentang teh. Teh termasuk 开门七件事 kāimén qī jiàn shì, tujuh hal yang harus ada ketika membuka pintu di pagi hari: 柴米油盐酱醋茶, kayu bakar, beras, minyak, garam, saus, cuka, dan teh (lihat Dari nasi sampai hidangan penutup). Hidup dengan 粗茶淡饭 cū chá dàn fàn, “teh kasar dan nasi hambar”, berarti hidup sederhana. Dan 人走茶凉 rén zǒu chá liáng, “orangnya pergi, tehnya dingin”, menggambarkan lupa yang datang setelah kepergian, nasib pensiunan yang tak lagi dikunjungi siapa pun. Minuman lain, arak, kopi, dan jus, akan mendapat halaman berikutnya.

Kalimat 24 berasal dari 卢仝 Lú Tóng Lu Tong, penyair Dinasti Tang, sahabat Han Yu (lihat Puisi dinasti Tang), yang berterima kasih kepada seorang teman karena telah mengiriminya teh baru. Ia menghitung mangkuknya: 一碗喉吻润,两碗破孤闷, “semangkuk membasahi tenggorokan dan bibir; dua mangkuk mengusir sepi dan jemu”. Pada mangkuk kelima, tulang-tulang terasa ringan; pada yang keenam, ia berhubungan dengan para dewa. Mangkuk ketujuh tak sanggup lagi ia minum: ia hanya merasakan angin sepoi bertiup dari bawah kedua ketiaknya. Berhentilah di mangkuk kedua.

Klik huruf mana saja di halaman ini: urutan penulisannya akan muncul goresan demi goresan, dengan panah yang menunjukkan arah tarikan.

Cara memakai halaman ini: setiap kata membawa tingkatnya. ① yang pokok, ② yang umum, ③ yang rinci. Mulailah dari ①: dengan itu saja Anda sudah bisa membicarakan teh, cara menyeduhnya, dan tradisinya. Tombol ▶ memberikan pelafalannya, dan klik pada sebuah huruf membuka urutan goresannya.

Minum teh

茶 chá ①
teh
喝茶 hē chá ①
minum teh
茶叶 cháyè ①
daun teh, teh (daun)
泡茶 pào chá ①
menyeduh teh, membuat teh
茶杯 chábēi ①
cangkir teh
茶壶 cháhú ①
poci teh, teko
茶馆 cháguǎn ①
kedai teh, rumah teh
热茶 rè chá ①
teh panas
茶包 chábāo ①
teh celup
请喝茶 qǐng hē chá ①
“Silakan minum teh” (sapaan menyambut tamu)
倒茶 dào chá ①
menuang teh, menyuguhkan teh
一壶茶 yì hú chá ①
seteko teh
茶水 cháshuǐ ①
teh (minuman), air teh
沏茶 qī chá ②
menyeduh teh (dengan menuang air mendidih)
茶楼 chálóu ②
rumah teh bertingkat (ala Kanton)

Keluarga teh

绿茶 lǜchá ①
teh hijau
红茶 hóngchá ①
teh hitam (“teh merah” dalam bahasa Mandarin)
花茶 huāchá ①
teh wangi bunga
乌龙茶 wūlóngchá ①
teh oolong (“naga hitam”), teh semi-oksidasi
茉莉花茶 mòlìhuāchá ①
teh melati
普洱茶 pǔ'ěrchá ①
teh pu’er (dari Yunnan)
菊花茶 júhuāchá ②
seduhan bunga krisan
白茶 báichá ②
teh putih
黑茶 hēichá ②
teh gelap pascafermentasi (bukan “teh hitam” versi Barat)
新茶 xīnchá ②
teh tahun ini, panen baru
抹茶 mǒchá ②
matcha, teh hijau bubuk
茶饼 chábǐng ②
lempengan teh press
黄茶 huángchá ③
teh kuning
六大茶类 liù dà chálèi ③
enam keluarga besar teh
砖茶 zhuānchá ③
teh bata
陈茶 chénchá ③
teh yang disimpan lama; teh lama

Teh-teh ternama

龙井 Lóngjǐng ①
Longjing (“sumur naga”), teh hijau dari Hangzhou
名茶 míngchá ②
teh ternama, teh unggulan
铁观音 Tiěguānyīn ②
Tieguanyin (“Guanyin besi”), oolong dari Fujian
高山茶 gāoshānchá ②
teh pegunungan tinggi
碧螺春 Bìluóchūn ②
Biluochun (“spiral giok musim semi”), teh hijau dari Danau Tai
大红袍 Dàhóngpáo ②
Da Hong Pao (“jubah merah besar”), oolong dari Pegunungan Wuyi
毛峰 máofēng ③
Maofeng (“puncak berbulu halus”), teh hijau dari Huangshan
祁门红茶 Qímén hóngchá ③
Keemun, teh hitam dari Qimen (Anhui)
正山小种 Zhèngshān xiǎozhǒng ③
lapsang souchong, teh hitam asap dari Pegunungan Wuyi
白毫银针 báiháo yínzhēn ③
“jarum perak”, teh putih dari Fujian
明前茶 míngqiánchá ③
teh yang dipetik sebelum Qingming (awal April)

Perlengkapan teh

茶具 chájù ①
perangkat minum teh, peralatan teh
玻璃杯 bōlibēi ①
gelas (minum)
保温杯 bǎowēnbēi ①
botol termos, tumbler termos
茶盘 chápán ②
nampan teh
盖碗 gàiwǎn ②
gaiwan, mangkuk bertutup
紫砂壶 zǐshāhú ②
poci tanah liat Yixing (“pasir ungu”)
茶叶罐 cháyèguàn ②
kaleng teh, stoples teh
烧水壶 shāoshuǐhú ②
ceret, ketel
公道杯 gōngdàobēi ②
teko keadilan, wadah untuk membagi seduhan secara rata
品茗杯 pǐnmíngbēi ③
cangkir kecil untuk mencicipi teh
茶漏 chálòu ③
saringan teh
茶巾 chájīn ③
lap teh
茶宠 cháchǒng ③
“hewan peliharaan teh”, patung tanah liat yang disiram teh
茶垢 chágòu ③
kerak teh (di cangkir, di poci)
茶托 chátuō ③
tatakan (di bawah cangkir)

Menyeduh teh

烧水 shāo shuǐ ①
merebus air
浓茶 nóngchá ①
teh kental
水温 shuǐwēn ②
suhu air
冲泡 chōngpào ②
menyeduh (menuang air ke atas daun)
洗茶 xǐ chá ②
membilas daun teh (“mencuci teh”)
茶汤 chátāng ②
seduhan teh, air seduhan
续水 xù shuǐ ②
menambah air
温杯 wēn bēi ③
menghangatkan cangkir (dengan menyiramnya air mendidih)
出汤 chū tāng ③
menuang seduhan (dari poci)
耐泡 nàipào ③
tahan diseduh berkali-kali
投茶 tóu chá ③
memasukkan daun teh ke poci

Mencicipi teh

品茶 pǐn chá ①
mencicipi teh
茶香 cháxiāng ①
aroma teh
解渴 jiěkě ①
melepas dahaga
提神 tíshén ①
menyegarkan, membuat melek
清香 qīngxiāng ②
harum yang segar dan lembut
苦涩 kǔsè ②
pahit dan sepat
茶色 chásè ②
warna teh; cokelat muda, gelap (kaca)
喝不惯 hē bu guàn ②
tidak terbiasa meminum (sesuatu)
回甘 huígān ②
rasa manis yang kembali di mulut
醇厚 chúnhòu ③
lembut dan kaya (rasa)
解腻 jiěnì ③
menetralkan rasa berminyak (setelah makan berat)
余香 yúxiāng ③
harum yang tertinggal, sisa rasa yang wangi

Adat dan ritual

茶道 chádào ①
jalan teh, seni teh
敬茶 jìng chá ②
menyuguhkan teh (sebagai tanda hormat)
以茶代酒 yǐ chá dài jiǔ ②
mengganti arak dengan teh (untuk bersulang)
茶艺 cháyì ②
seni menyeduh dan menyajikan teh
功夫茶 gōngfuchá ②
gongfu cha, teh yang diseduh cermat dalam seduhan-seduhan singkat
茶艺师 cháyìshī ②
ahli seduh teh (profesi)
客来敬茶 kè lái jìng chá ③
tamu datang, suguhkan teh
叩指礼 kòuzhǐlǐ ③
berterima kasih dengan mengetuk meja memakai jari
斗茶 dòuchá ③
lomba teh (zaman Song)
点茶 diǎnchá ③
teh kocok (bubuk yang dikocok, zaman Song)
端茶送客 duān chá sòng kè ③
mengangkat cangkir sebagai tanda kunjungan selesai
吃茶去 chī chá qù ③
“Pergilah minum teh!” (jawaban guru Chan Zhaozhou)
茶礼 chálǐ ③
hadiah pertunangan (termasuk teh)

Dari pohon teh ke toko

茶叶店 cháyèdiàn ①
toko teh
茶树 cháshù ②
pohon teh
茶园 cháyuán ②
kebun teh
采茶 cǎi chá ②
memetik teh
茶农 chánóng ②
petani teh
产地 chǎndì ②
daerah asal, tempat produksi
春茶 chūnchá ②
teh musim semi
发酵 fājiào ②
fermentasi (untuk teh: oksidasi)
嫩芽 nènyá ③
pucuk muda
炒茶 chǎo chá ③
menyangrai teh di wajan (untuk menghentikan perubahan daun)
茶庄 cházhuāng ③
toko grosir teh
茶马古道 chámǎ gǔdào ③
jalur kuno teh dan kuda
茶圣 cháshèng ③
“orang suci teh” (Lu Yu)

Teh dalam ungkapan

茶余饭后 chá yú fàn hòu ②
“sehabis minum teh dan makan”: di waktu senggang, bahan obrolan
粗茶淡饭 cū chá dàn fàn ②
“teh kasar dan nasi hambar”: hidup sederhana dan bersahaja
人走茶凉 rén zǒu chá liáng ②
“orangnya pergi, tehnya dingin”: dilupakan setelah pergi
茶饭不思 chá fàn bù sī ③
“tak memikirkan teh maupun nasi”: kehilangan nafsu makan
茶壶里煮饺子,有口倒不出 cháhú li zhǔ jiǎozi, yǒu kǒu dào bu chū ③
“pangsit direbus di dalam poci: ada corongnya, tapi tak bisa keluar”: tahu tetapi tak bisa mengatakannya
茶来伸手,饭来张口 chá lái shēn shǒu, fàn lái zhāng kǒu ③
“teh datang, ulurkan tangan; nasi datang, buka mulut”: minta dilayani dalam segala hal
开门七件事 kāimén qī jiàn shì ③
“tujuh hal saat membuka pintu”: kebutuhan pokok sehari-hari
杯水车薪 bēi shuǐ chē xīn ③
“secangkir air untuk segerobak kayu yang terbakar”: bagai setetes air di lautan
以茶会友 yǐ chá huì yǒu ③
berkawan lewat teh

Teh dalam kata sehari-hari

下午茶 xiàwǔchá ①
teh sore, minum teh sore
茶点 chádiǎn ①
kudapan teman minum teh
茶话会 cháhuàhuì ②
kumpul santai sambil minum teh, pesta kecil (sekolah, kantor)
茶水间 cháshuǐjiān ②
pantry (di kantor)
茶歇 cháxiē ②
rehat (“rehat teh”) dalam rapat
茶饮 cháyǐn ②
minuman berbahan teh
茶友 cháyǒu ②
kawan minum teh, penggemar teh
清茶 qīngchá ②
teh saja, tanpa kudapan
茶客 chákè ③
pelanggan tetap kedai teh
茶钱 cháqián ③
harga teh; uang tip

Contoh kalimat

你喝茶还是喝咖啡? ①
Nǐ hē chá háishi hē kāfēi?
Kamu mau teh atau kopi?
来,请喝杯茶。 ①
Lái, qǐng hē bēi chá.
Mari, silakan minum secangkir teh.
很多中国人每天都喝绿茶。 ①
Hěn duō Zhōngguó rén měi tiān dōu hē lǜchá.
Banyak orang Tiongkok minum teh hijau setiap hari.
这是今年的新茶,你尝尝。 ①
Zhè shì jīnnián de xīnchá, nǐ chángchang.
Ini teh tahun ini, cobalah.
晚上别喝浓茶,会睡不着的。 ①
Wǎnshang bié hē nóngchá, huì shuì bu zháo de.
Jangan minum teh kental malam-malam, nanti kamu tidak bisa tidur.
我去烧水,你来泡茶吧。 ①
Wǒ qù shāo shuǐ, nǐ lái pào chá ba.
Aku rebus air, kamu seduh tehnya ya.
周末我们常去茶馆喝茶聊天。 ①
Zhōumò wǒmen cháng qù cháguǎn hē chá liáotiān.
Akhir pekan, kami sering minum teh dan mengobrol di kedai teh.
英国人喜欢喝下午茶。 ①
Yīngguó rén xǐhuan hē xiàwǔchá.
Orang Inggris suka minum teh sore.
中国人说的红茶,在西方叫黑茶。 ②
Zhōngguó rén shuō de hóngchá, zài Xīfāng jiào hēichá.
Yang oleh orang Tiongkok disebut “teh merah”, oleh orang Barat disebut “teh hitam”.
泡绿茶的时候,水温不要太高。 ②
Pào lǜchá de shíhou, shuǐwēn bú yào tài gāo.
Untuk menyeduh teh hijau, airnya jangan terlalu panas.
第一泡是洗茶,一般不喝。 ②
Dì yī pào shì xǐ chá, yìbān bù hē.
Seduhan pertama untuk membilas daun teh, biasanya tidak diminum.
好的乌龙茶很耐泡,泡七八次还有味道。 ②
Hǎo de wūlóngchá hěn nàipào, pào qī bā cì hái yǒu wèidao.
Oolong yang baik tahan diseduh berkali-kali: setelah tujuh atau delapan kali pun masih ada rasanya.
客人来了,主人先给客人倒茶。 ②
Kèrén lái le, zhǔrén xiān gěi kèrén dào chá.
Begitu tamu datang, tuan rumah lebih dulu menyuguhkan teh.
我不能喝酒,就以茶代酒,敬大家一杯。 ②
Wǒ bù néng hē jiǔ, jiù yǐ chá dài jiǔ, jìng dàjiā yì bēi.
Saya tidak bisa minum arak, jadi saya bersulang untuk Anda semua dengan secangkir teh.
别人给你倒茶的时候,可以用手指轻轻敲敲桌子。 ②
Biérén gěi nǐ dào chá de shíhou, kěyǐ yòng shǒuzhǐ qīngqīng qiāoqiao zhuōzi.
Kalau Anda dituangi teh, Anda boleh mengetuk meja pelan-pelan dengan jari.
这把紫砂壶是我爷爷留下来的。 ②
Zhè bǎ zǐshāhú shì wǒ yéye liú xiàlai de.
Poci Yixing ini peninggalan kakek saya.
这杯茶有点苦涩,不过喝完以后有回甘。 ②
Zhè bēi chá yǒudiǎn kǔsè, búguò hē wán yǐhòu yǒu huígān.
Teh ini agak pahit, tetapi setelah diminum, rasa manisnya kembali di mulut.
这件事成了大家茶余饭后的话题。 ②
Zhè jiàn shì chéngle dàjiā chá yú fàn hòu de huàtí.
Urusan itu sudah jadi bahan obrolan semua orang.
普洱茶越陈越香,有的茶饼放了几十年。 ③
Pǔ'ěrchá yuè chén yuè xiāng, yǒu de chábǐng fàngle jǐshí nián.
Makin lama pu’er disimpan, makin harum: ada lempengan yang umurnya puluhan tahun.
明前茶产量少,所以价钱很贵。 ③
Míngqiánchá chǎnliàng shǎo, suǒyǐ jiàqián hěn guì.
Teh yang dipetik sebelum Qingming jumlahnya sedikit, karena itu mahal.
他退休以后,老朋友都不来了,真是人走茶凉。 ③
Tā tuìxiū yǐhòu, lǎo péngyou dōu bù lái le, zhēn shì rén zǒu chá liáng.
Sejak ia pensiun, kawan-kawan lamanya tak datang lagi: jauh di mata, jauh di hati.
开门七件事,柴米油盐酱醋茶。 ③
Kāimén qī jiàn shì, chái mǐ yóu yán jiàng cù chá.
Tujuh hal yang harus ada setiap pagi saat membuka pintu: kayu bakar, beras, minyak, garam, saus, cuka, dan teh.
他心里都明白,就是说不出来,真是茶壶里煮饺子。 ③
Tā xīnli dōu míngbai, jiùshì shuō bu chūlai, zhēn shì cháhú li zhǔ jiǎozi.
Ia paham semuanya, tetapi tidak bisa mengatakannya: pangsit di dalam poci.
一碗喉吻润,两碗破孤闷。 ③
Yì wǎn hóu wěn rùn, liǎng wǎn pò gū mèn.
Semangkuk membasahi tenggorokan dan bibir; dua mangkuk mengusir sepi dan jemu.
茶者,南方之嘉木也。 ③
Chá zhě, nánfāng zhī jiā mù yě.
Teh adalah pohon unggul dari Selatan.

网上汉语 · learn-chinese.online

Kursus bahasa Mandarin

Level 1 · Pemula
学
中
文

Metode yang jelas dan terstruktur untuk memulai bahasa Mandarin.

✓Unit 1 sampai 5 — gratisPelajaran, latihan, dan evaluasi, akses penuh.
🔓Unit 6 sampai 10 — akses bebasMateri kursus untuk dibaca, tanpa latihan atau evaluasi. Tanpa perlu masuk.
Mulai gratisAkses langsung ke level 1

Toko HanWen Shop

Kerajinan Tiongkok berkualitas, dikirim dari Prancis

Stempel Tiongkok personalisasi

Stempel personalisasi

Nama Anda atau simbol, digambar lalu diukir tangan pada batu.

Jelajahi
Hanfu

Hanfu

Jubah tradisional Tiongkok, dari dinasti Tang dan Song hingga gaya modern.

Jelajahi
Perlengkapan lukisan dan kaligrafi Tiongkok

Lukisan & kaligrafi

Kuas, kertas Xuan, tinta, dan batu: Empat Harta ruang belajar.

Jelajahi
🇫🇷 Toko yang berbasis di Prancis